Juli 1, 2026

Syafari Syawal PC IPNU IPPNU Nganjuk: Menyambung Sanad, Menguatkan Silaturahmi

Sejarah PC IPNU IPPNU Nganjuk

Hari Raya Idulfitri selalu menghadirkan ruang paling hangat untuk saling memaafkan sekaligus merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang. Momentum penuh makna ini dimanfaatkan dengan baik oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Nganjuk melalui gelaran “Syafari Syawal” yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Senin (28–30 Maret 2026).

Tak sekadar terpusat di satu lokasi, kegiatan ini dikemas dinamis dengan menyusuri lima zona yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk. Para kader turun langsung mengunjungi kediaman tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, Badan Otonom (Banom), hingga para alumni PC IPNU IPPNU lintas generasi.

Perjalanan silaturahmi ini dibagi dalam dua etape. Pada hari pertama, Sabtu (28/03), rombongan menyapa para tokoh di Zona 1, 2, dan 3. Sementara itu, Ahad (29/03), langkah mereka berlanjut ke Zona 4 dan 5. Di setiap titik persinggahan, suasana hangat begitu terasa—senyum ramah tuan rumah berpadu dengan antusiasme para kader muda yang tak surut sepanjang perjalanan.

Lebih dari sekadar kunjungan seremonial atau dokumentasi kebersamaan, Syafari Syawal menjadi ruang berharga bagi kader IPNU IPPNU untuk menimba nasihat, memohon doa restu, serta menyerap nilai-nilai perjuangan dari para sesepuh yang telah lebih dahulu mengabdikan diri.

“Pondasi perjuangan organisasi yang kokoh itu bermula dari silaturahmi yang tak pernah putus. Melalui Syafari Syawal ini, kami ingin menyambung sanad perjuangan sekaligus memohon wejangan dari para guru dan senior,” ungkap Ketua PC IPNU Nganjuk.

Melalui kegiatan ini, PC IPNU IPPNU Nganjuk berharap jalinan kekeluargaan dan komunikasi dengan para tokoh NU serta alumni terus terawat dan semakin erat. Sebagai badan otonom termuda di lingkungan Nahdlatul Ulama, IPNU IPPNU menyadari pentingnya arahan, dukungan, serta keberkahan doa dari para kiai, nyai, dan senior.

Dengan semangat tersebut, Syafari Syawal bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga energi baru untuk terus mengibarkan panji-panji organisasi di Bumi Anjuk Ladang.

Pewarta: Niska Yogi Noviana

Editor : Dina Tia Fatikasari