Agustus 13, 2026

Belajar Berdamai dengan Takdir, Abah M. Yasir Ajak Jamaah Menata Hati Lewat Pengajian Al Hikam

Ngaji Al Hikam Sukorejo

Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Ar Ridho, Dusun Duwel, Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. Para jamaah berkumpul untuk mengikuti Pengajian Al Hikam Malam Rabu Legi yang menghadirkan Abah M. Yasir dari Gondang sebagai pengisi kajian.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB (Ba’da Isya) tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi. Kajian Al Hikam yang mengangkat petuah-petuah agung dari Syekh Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari dikemas dalam suasana sederhana, hangat, dan penuh kekeluargaan.

Rangkaian acara dibuka oleh Ustadz M. Zainul Arifin selaku pembawa acara. Kegiatan kemudian diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh M. Syarofuddin Yahya.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Takmir Masjid Ar Ridho, Bapak Kyai Jayadi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah dan pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Atas nama takmir dan mewakili panitia, kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan dukungan dari seluruh jamaah. Kehadiran kita dalam majelis ini juga menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi. Semoga niat kita dalam mencari ilmu mendapatkan rida dari Allah SWT,” ungkapnya.

Memasuki acara inti, Abah M. Yasir dari Gondang menyampaikan kajian yang bersumber dari nilai-nilai dalam Kitab Al-Hikam. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah tentang bagaimana seorang manusia menyikapi berbagai ketentuan dan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Menurut Abah M. Yasir, doa terbaik bukan semata-mata doa agar semua keinginan manusia terwujud, tetapi doa yang mengantarkan seseorang memiliki kekuatan hati untuk menerima takdir Allah dengan lapang.

“Doa terbaik adalah doa yang membuat kita kuat menerima takdir dari Allah. Baik maupun buruk, semuanya berasal dari Allah,” pesan Abah M. Yasir dalam kajiannya.

Ia juga mengajak jamaah untuk belajar menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan ketenangan. Dalam menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan, seseorang tidak seharusnya terburu-buru memberikan reaksi atau mengambil keputusan ketika emosi sedang memuncak.

Menurutnya, langkah penting yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri, mengingat Allah, dan tidak terburu-buru bereaksi. Bahkan dalam menghadapi keadaan yang berat, seseorang dapat terlebih dahulu mengatur napas secara perlahan dan dalam agar pikiran lebih tenang sebelum menentukan sikap.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi jamaah bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Ada keadaan yang menyenangkan dan ada pula yang menguji kesabaran. Keduanya merupakan bagian dari perjalanan manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui pengajian Al Hikam ini, jamaah diajak untuk membangun ketenangan batin, memperkuat tawakal, serta senantiasa mengembalikan setiap persoalan kepada Allah. Tidak terburu-buru bereaksi, belajar menerima ketentuan-Nya, dan tetap mengingat Allah menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Pengajian Al Hikam Malam Rabu Legi tersebut berlangsung dengan khidmat dan lancar. Selain menjadi ruang untuk menimba ilmu, majelis ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan dan silaturahmi antarjamaah.

Dari Masjid Ar Ridho, pesan sederhana namun mendalam kembali digaungkan: ketika hidup tidak selalu dapat dikendalikan sesuai keinginan, setidaknya hati dapat dilatih untuk tetap tenang, berserah diri, dan percaya bahwa setiap ketetapan Allah memiliki hikmah.

Kontributor : Eko Sulistyowati 

Editor :  Dina Tia Fatikasari