Rawat Sejarah, Kuatkan Jam’iyah! MWCNU Prambon Gelar Touring Ziarah Muassis NU
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Prambon menggelar kegiatan Touring Ziarah Muassis NU pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Jejak Ulama Meraih Ridha Allah” ini menjadi momentum istimewa untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan para ulama yang telah meletakkan fondasi dan mengembangkan Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi perjalanan ziarah dari satu makam ke makam lainnya. Lebih dari itu, touring ziarah tersebut merupakan ikhtiar merawat ingatan sejarah, memperkuat ikatan batin dengan para muassis dan pejuang NU, sekaligus menanamkan kesadaran kepada generasi penerus tentang pentingnya menjaga warisan perjuangan para ulama.
Melalui kegiatan ini, MWCNU Prambon berupaya mengenalkan kembali sosok-sosok ulama pejuang NU kepada masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di Kecamatan Prambon. Sebab, keberadaan NU hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan panjang para ulama dan tokoh terdahulu yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, bahkan pengorbanannya demi membesarkan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Touring ziarah ini diikuti oleh keluarga besar NU se-Kecamatan Prambon, mulai dari jajaran pengurus MWCNU, pengurus Ranting NU, lembaga, hingga badan otonom (Banom) NU. Antusiasme peserta terlihat sepanjang perjalanan. Dengan mengenakan atribut kebesaran NU dan membawa bendera organisasi, rombongan bergerak bersama menyusuri sejumlah titik ziarah yang telah ditentukan.
Berdasarkan rute yang tercantum dalam pamflet kegiatan, rombongan mengunjungi sejumlah makam ulama dan tokoh pejuang NU, di antaranya KH. Ahmad Sholeh (Gondanglegi), KH. Imam Asnawi (PP. Gedongsari), KH. Mustajab dan KH. Masyurkin Syakur (Ngejen), Maqom Tariklia Grompol, KH. Yasin Yusuf (PP. Fatkhul Mubtadiin), Mbah Ma’shum (Putat), KH. Ali Athourrohman (Tanjungtani), KH. Hisyam (Sanggrahan), serta KH. Imam Ghozali (Tegalrejo).
Selama perjalanan, kegiatan diisi dengan ziarah, doa bersama, dan pembacaan amaliah sebagai bentuk penghormatan sekaligus ikhtiar spiritual untuk mengenang jasa para ulama. Rangkaian kegiatan tersebut dipandu oleh Rois Syuriah MWCNU Prambon, KH. M. Ali Zainal Abidin, bersama jajaran pengurus Syuriah, KH. Nur Cholis.
Menariknya, kegiatan ini tidak dikemas dengan seremoni sambutan yang panjang. Kesederhanaan justru menjadi bagian dari kekhidmatan perjalanan. Meski tanpa sambutan formal, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Bahkan, semangat peserta tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ziarah selesai dilaksanakan.
Bagi keluarga besar NU Prambon, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan organisasi tidak boleh berhenti pada generasi pendahulu. Semangat khidmah, keikhlasan, dan pengabdian para ulama harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar NU tetap tumbuh kuat, berakar di tengah masyarakat, dan mampu menjawab tantangan zaman.
MWCNU Prambon berharap Touring Ziarah Muassis NU dapat menjadi agenda rutin tahunan. Dengan demikian, semakin banyak warga Nahdliyin yang mengenal sejarah para tokoh pejuang NU di wilayah Prambon, memahami jasa-jasa mereka, serta terdorong untuk melanjutkan perjuangan dalam menjaga dan membesarkan jam’iyah.
Ziarah bukan sekadar mengenang mereka yang telah wafat, melainkan juga belajar dari perjuangan mereka yang telah mendahului. Sebab, NU yang kuat hari ini adalah buah dari keikhlasan dan perjuangan para ulama terdahulu. Meneladani jejak mereka berarti menjaga amanah perjuangan, merawat tradisi, dan terus berkhidmah demi meraih ridha Allah SWT.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






