PCNU Nganjuk Gelar Ziarah Muassis dan Muharrik NU dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2026
Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan Ziarah Muassis dan Muharrik Nahdlatul Ulama yang diinstruksikan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Kegiatan ziarah tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Berdasarkan surat instruksi PWNU Jawa Timur Nomor 1317/PW.01/A.I.01.45/16/10/2026, Kabupaten Nganjuk masuk dalam Zona Nganjuk dengan dua makam tokoh yang menjadi tujuan ziarah, yakni KH. Dahlan Abdul Qohhar dan KH. Zainuddin Mojosari.
Ziarah ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa, perjuangan, dan keteladanan para muassis (pendiri) serta muharrik (penggerak) Nahdlatul Ulama yang telah berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan jam’iyah NU. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai perjuangan para ulama diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga tradisi, memperkuat ukhuwah, serta melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama.
Lebih dari sekadar kegiatan ziarah, agenda ini juga menjadi sarana refleksi bagi warga Nahdliyin untuk memperkuat kecintaan terhadap para ulama dan organisasi. Semangat pengabdian, keikhlasan, serta keteguhan para pendahulu diharapkan dapat menjadi teladan dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Dalam pelaksanaan kegiatan di Zona Nganjuk, surat instruksi PWNU Jawa Timur mencantumkan KH. Husnan Dimyati sebagai koordinator, bersama sejumlah tokoh yang terlibat dalam koordinasi kegiatan, yaitu KH. Mohammad Shofiyulloh, KH. Mohamad Yahya Badrus Sholeh, S.H., KH. Muad Harist Dimyathi, Dr. KH. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I., Drs. H. Fatchul Aziz, M.A., dan Dr. H. Nurul Huda.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, kegiatan Ziarah Muassis dan Muharrik NU diharapkan mampu memperkuat komitmen warga Nahdliyin Kabupaten Nganjuk untuk meneruskan perjuangan para ulama, menjaga persatuan, serta merawat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Merawat ingatan atas perjuangan para ulama, meneguhkan khidmah hari ini, dan melanjutkan perjuangan NU untuk masa depan.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






