Diklat Persidangan PAC IPNU-IPPNU Ngronggot Siapkan Kader Organisasi yang Cakap, Aktif, dan Berakhlakul Karimah
Dalam upaya meningkatkan kapasitas kader serta mempersiapkan generasi penerus organisasi yang kompeten, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ngronggot menggelar Diklat Persidangan pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di Kantor MWC NU Lantai 2 Kecamatan Ngronggot mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Santri yang Cakap, Aktif, dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran penting bagi kader IPNU-IPPNU dalam memahami tata kelola organisasi yang baik, khususnya terkait mekanisme persidangan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap forum pengambilan keputusan organisasi.
Diklat Persidangan diikuti oleh para Ketua IPNU-IPPNU se-Kecamatan Ngronggot serta alumni Lakmud PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ngronggot dengan jumlah peserta sekitar 20 hingga 30 orang. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar organisasi dalam meningkatkan pemahaman kader mengenai tata cara persidangan yang baik dan benar sesuai dengan aturan organisasi.
Ketua PAC IPNU Kecamatan Ngronggot, Hifdzul Muna, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemahaman mengenai persidangan merupakan bekal penting bagi setiap kader. Menurutnya, kader IPNU-IPPNU tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam memimpin forum, menyampaikan pendapat secara santun, serta mengambil keputusan secara demokratis dan bertanggung jawab.
“Diklat Persidangan ini kami laksanakan untuk mempersiapkan kader-kader yang siap menghadapi berbagai forum organisasi, termasuk Konferancab yang akan datang. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan berorganisasi,” ujar Hifdzul Muna.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh Muh. Fikri Mukhlisin selaku pemateri. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar persidangan organisasi, tata tertib persidangan, teknik memimpin sidang, mekanisme pengambilan keputusan dalam forum, hingga simulasi praktik persidangan.
Tidak hanya menerima teori, para peserta juga diajak untuk terlibat langsung dalam simulasi persidangan sehingga mampu memahami alur jalannya sidang secara nyata. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi berbagai forum resmi organisasi.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta mengikuti praktik persidangan yang disiapkan panitia. Hal tersebut menunjukkan semangat kader IPNU-IPPNU Ngronggot untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri sebagai kader Nahdlatul Ulama.
Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ngronggot berharap para peserta mampu memahami tata cara persidangan secara komprehensif, berperan aktif dalam forum-forum organisasi, serta menjadi kader yang tertib, kritis, dan bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya kader dalam menjalankan roda organisasi serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai agenda strategis organisasi di masa mendatang.
Dengan terselenggaranya Diklat Persidangan ini, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ngronggot kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak kader-kader muda NU yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan akhlakul karimah sebagai bekal dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
Kontributor : Billy Kusuma Wardana
Editor : Dina Tia Fatiksari






