Peringati 1 Abad NU, PWNU Jatim Gelar Ziarah ke Maqbaroh Ulama NU di Nganjuk
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar ziarah ke makam para penggerak Nahdlatul Ulama di Kabupaten Nganjuk dalam rangka peringatan Harlah 1 Abad NU, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini dipusatkan di dua lokasi bersejarah, yakni Maqbaroh KH Dahlan Abdul Qohar di Kertosono dan Maqbaroh KH Zainuddin di Mojosari, Kecamatan Loceret.
Rombongan PWNU Jatim disambut langsung oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk beserta para kiai dan tokoh NU setempat. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para ulama pendiri dan penggerak NU yang telah berjuang merintis jam’iyah Nahdlatul Ulama di masa awal.
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Nganjuk, KH Ali Musthofa Said, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan penghargaan PWNU Jawa Timur kepada PCNU Nganjuk. Ia menyebut kehadiran PWNU Jatim di dua lokasi ziarah memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam.
“PWNU hari ini hadir di dua tempat. Yang pertama di Kertosono untuk berziarah kepada KH Dahlan Abdul Qohar, dan yang kedua di Mojosari untuk berziarah kepada KH Zainuddin. Niat kita bersama bukan hanya untuk dua tokoh ini saja, tetapi birrul walidain dan birrul masyayikh kepada seluruh muassis Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang telah berjasa merintis dan membesarkan NU, baik di tingkat nasional, Jawa Timur, maupun Kabupaten Nganjuk,” ungkapnya.
KH Ali Musthofa Said juga mengulas kiprah KH Dahlan Abdul Qohar sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah NU di Nganjuk. KH Dahlan Abdul Qohar lahir di Banaran, Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Sebelum menimba ilmu di pesantren, beliau sempat belajar di Darul Ulum, kemudian mondok di Pesantren Tebuireng dan berguru langsung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
“Di Nganjuk, NU terbentuk dengan sangat cepat. PCNU Nganjuk sudah berdiri sejak tahun 1928, dan pada masa itu banyak pengurusnya berasal dari wilayah Kertosono,” jelasnya.
Selain dikenal sebagai ulama, KH Dahlan Abdul Qohar juga dikenal sebagai sosok dermawan. Dengan kepemilikan tanah yang luas, beliau banyak mewakafkan hartanya untuk kepentingan umat dan perjuangan NU.
“Semoga kita semua bisa meneladani perjuangan, keikhlasan, dan kedermawanan beliau dalam mengabdi kepada agama dan jam’iyah Nahdlatul Ulama,” pungkas KH Ali.
Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 1 Abad NU yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai momentum refleksi untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan para ulama pendahulu.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






