MENTOGKAN! Cara Unik Ansor Prambon Merawat Kekompakan, Menjalin Silaturahmi, dan Menguatkan Khidmah
Ada cara sederhana untuk merawat kebersamaan, salah satunya dengan duduk bersama, berbincang santai, dan menikmati hidangan khas rica-rica mentog. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan MENTOGKAN (Silaturahmi, Ngobrol Santai, dan Rica-Rica Mentog) yang diselenggarakan PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Prambon pada Minggu malam, 1 November 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman Pak Wo, Banaran, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon.
Mengusung konsep sederhana, santai, dan penuh keakraban, MENTOGKAN menjadi momentum tasyakuran sekaligus penutup rangkaian kegiatan PAC GP Ansor Prambon dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Sebelumnya, berbagai agenda telah sukses dilaksanakan, mulai dari Ansor Fireball Cup 2026, kejuaraan sepak bola api, upacara peringatan Hari Santri Nasional di Al Manar, hingga ziarah ke makam muassis NU Prambon sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri dan perintis Nahdlatul Ulama di wilayah Prambon.
Tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan menikmati hidangan, MENTOGKAN dirancang sebagai ruang silaturahmi yang mampu mempererat ikatan persaudaraan sekaligus membangun komunikasi yang lebih cair di antara keluarga besar GP Ansor Prambon. Jajaran pengurus PAC hingga anggota dari berbagai ranting berbaur tanpa sekat, menciptakan suasana guyub dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tahlil bersama sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa untuk para muassis, sesepuh, dan pejuang Nahdlatul Ulama. Suasana semakin bermakna dengan sambutan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Prambon, Ahmad Nasihin, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, Ahmad Nasihin menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya dibangun melalui rapat, program kerja, maupun kegiatan formal. Lebih dari itu, organisasi juga harus dirawat melalui pertemuan sederhana yang mampu mendekatkan hubungan emosional antaranggotanya.
Menurutnya, kegiatan MENTOGKAN menjadi salah satu ikhtiar untuk menyatukan seluruh anggota dalam bingkai keluarga besar GP Ansor Prambon. Melalui suasana santai, setiap anggota memiliki ruang untuk berkomunikasi, bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, hingga memberikan gagasan konstruktif bagi perkembangan organisasi.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk senantiasa menjaga kekompakan, memperkuat rasa persaudaraan, dan bersama-sama membesarkan GP Ansor Kecamatan Prambon melalui berbagai kegiatan positif dan bermanfaat.
Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika para peserta mengikuti nonton bareng (nobar) film Sunan Kali Brantas. Pemutaran film tersebut menjadi sarana untuk mengenal sejarah perjuangan dakwah Islam sekaligus mengambil inspirasi dari nilai-nilai perjuangan para tokoh terdahulu.
Setelah itu, suasana berlanjut dengan sesi ngobrol santai dan diskusi organisasi. Berbagai hal seputar perkembangan GP Ansor Prambon, evaluasi kegiatan, aspirasi anggota, hingga ide-ide untuk kemajuan organisasi menjadi bahan perbincangan. Menariknya, diskusi berlangsung secara terbuka dan informal sehingga setiap anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangannya.
Puncak keakraban terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan utama rica-rica mentog bersama. Sajian tersebut bukan sekadar pelengkap acara, melainkan menjadi simbol sederhana bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Lebih dari Sekadar Makan Bersama, Merawat Keluarga Besar Ansor
Melalui MENTOGKAN, PAC GP Ansor Kecamatan Prambon ingin menegaskan bahwa organisasi bukan hanya tentang struktur kepengurusan dan agenda kegiatan, melainkan juga tentang persaudaraan, kepedulian, dan rasa memiliki yang harus terus dirawat.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat soliditas kader, membuka ruang komunikasi yang lebih efektif, serta menumbuhkan semangat khidmah dalam menjalankan roda organisasi. Kritik, saran, aspirasi, dan gagasan dari anggota menjadi bagian penting dalam membangun GP Ansor yang semakin maju dan bermanfaat.
Dengan semangat “Dari Ansor, Oleh Ansor, dan Untuk Ansor”, MENTOGKAN menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi lahir dari kebersamaan orang-orang yang di dalamnya. Sebab, kader yang solid bukan hanya mereka yang berjalan bersama dalam kegiatan besar, tetapi juga mereka yang mampu duduk bersama, saling mendengarkan, dan menjaga persaudaraan dalam suasana sederhana.
Pada akhirnya, dari sepiring rica-rica mentog dan obrolan santai, tersimpan harapan besar: GP Ansor Prambon semakin guyub, semakin solid, dan semakin kuat dalam khidmah kepada agama, bangsa, serta Nahdlatul Ulama.
MENTOGKAN: Mentog di meja, tetap gas dalam khidmah!
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






