Oktober 2, 2026

Majelis Syuriyah MWC NU Baron Gelar Kajian Kitab Muqoddimah Qonun Asasi di Ranting Mabung

Majlis Syuriah MWCNU Berbek

Majelis Syuriyah MWC NU Baron kembali menggelar kegiatan rutin Majelis Syuriyah pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut bertempat di kediaman Bapak M. Thoha, Ranting NU Mabung, Kecamatan Baron.

Kegiatan kali ini menjadi bagian dari ikhtiar Majelis Syuriyah dalam menjaga tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), khususnya melalui kajian kitab kuning yang menjadi salah satu basis sanad keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Kajian yang dibahas adalah Kitab Muqoddimah Qonun Asasi Jam’iyyah NU karya Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Kajian tersebut secara khusus disampaikan oleh Rois Syuriyah MWC NU Baron, K. Anis Budairi Kholil.

Kajian Muqoddimah Qonun Asasi tidak sekadar menjadi agenda rutin membaca dan memahami kitab, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali mengenali dasar, tujuan, serta prinsip awal didirikannya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Melalui kajian tersebut, para peserta diajak memahami pemikiran dan landasan yang menjadi pijakan berdirinya NU sebagaimana dirumuskan oleh pendiri Jam’iyyah, Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Peserta kegiatan pada awalnya merupakan unsur Majelis Syuriyah, meliputi Mustasyar, Rois, dan A’wan. Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut juga terbuka bagi warga NU maupun masyarakat yang berkenan mengikuti dan menyimak kajian.

Keterbukaan tersebut menjadikan Majelis Syuriyah bukan hanya sebagai ruang internal kepengurusan, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama bagi warga yang ingin memperdalam pemahaman terhadap tradisi dan dasar keilmuan NU.

Majelis Syuriyah MWC NU Baron dilaksanakan secara bergilir. Pada awal pelaksanaannya, kegiatan sering digelar di kediaman anggota Syuriyah yang memiliki mushala. Seiring perkembangannya, kegiatan juga dilaksanakan secara bergantian di kediaman para anggota Majelis Syuriyah.

Pola pelaksanaan secara bergilir tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarpengurus dan warga NU di berbagai ranting.

Pada pelaksanaan kali ini, Ranting NU Mabung menjadi tuan rumah. Kediaman Bapak M. Thoha menjadi tempat berkumpulnya para anggota Majelis Syuriyah dan warga untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Dalam kajian tersebut, K. Anis Budairi Kholil mengajak anggota Majelis Syuriyah untuk tidak meninggalkan tradisi kajian kitab kuning. Tradisi tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan Islam Aswaja.

Kajian kitab kuning juga menjadi ruang untuk terus menghubungkan generasi saat ini dengan khazanah keilmuan para ulama terdahulu. Dengan demikian, pemahaman keislaman tidak hanya diperoleh melalui informasi yang berkembang di masyarakat, tetapi juga melalui sumber-sumber keilmuan yang menjadi bagian dari tradisi pesantren dan Nahdlatul Ulama.

Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh di kalangan anggota Majelis Syuriyah MWC NU Baron: tetap aktif berorganisasi, tetapi tidak meninggalkan tradisi keilmuan yang menjadi akar perjuangan Jam’iyyah.

Majelis Syuriyah MWC NU Baron kali ini berlangsung dengan beberapa rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan istighotsah.

Setelah itu, peserta mengikuti penyampaian hasil Bahtsul Masā’il LBM NU Baron, sebelum memasuki acara utama berupa kajian Kitab Muqoddimah Qonun Asasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara lain dan ditutup setelah seluruh agenda selesai.

Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Para peserta tidak hanya berkumpul untuk mengikuti kajian, tetapi juga menjadikan momentum tersebut sebagai ruang silaturahmi dan bertukar wawasan.

Majelis Syuriyah MWC NU Baron berharap kegiatan rutin tersebut dapat terus berjalan secara istiqamah dan semakin memberikan manfaat bagi anggota maupun warga NU secara luas.

Kajian Muqoddimah Qonun Asasi menjadi pengingat bahwa perjalanan NU tidak dapat dilepaskan dari tradisi keilmuan, sanad, dan pemikiran para ulama pendirinya.

Dari rumah warga di Ranting Mabung, tradisi itu terus dirawat. Kitab dibuka, sanad keilmuan disambung, dan silaturahmi terus dijaga.

Kontributor : Saiful Hidayat 

Editor : Dina Tia Fatikasari