PCNU Nganjuk Gelar Sahur Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi untuk Umat
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk menggelar kegiatan sahur bersama di Kantor PCNU Nganjuk pada Kamis dini hari, 12 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini dihadiri jajaran pengurus PCNU, pengurus MWCNU se-Kabupaten Nganjuk, serta Bupati Nganjuk.
Acara diawali dengan pembukaan dan bacaan Ummul Qur’an yang dipandu oleh MC Subhan Aburizal, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Romo Kyai Haji Ali Mashar.
Dalam kesempatan tersebut, PCNU Nganjuk juga memberikan penghargaan kepada sejumlah MWCNU yang calon jamaah hajinya bergabung dalam KBIH NU. Penghargaan diberikan kepada MWCNU Prambon, Baron, Ngetos, Pace, Loceret, Sukomoro, Tanjunganom, Ngronggot, dan Patianrowo.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan secara simbolis berupa beras sebanyak 5 ton kepada PCNU Nganjuk dari Yayasan Maratin. Bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan yayasan, Haji Maftuhin, kepada jajaran PCNU sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga Nahdliyin.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Mustasyar, Syuriah, A’wan, dan Tanfidziyah PCNU Nganjuk, para pengurus lembaga dan badan otonom (Banom), serta Ketua dan Sekretaris masing-masing lembaga. Turut hadir pula para pengurus MWCNU se-Kabupaten Nganjuk yang terdiri dari Rais, Katib, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Nganjuk KH Hasyim Afandi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sahur bersama yang telah menjadi tradisi kebersamaan di lingkungan PCNU.
“Alhamdulillah malam yang kita tunggu-tunggu, malam sahur bersama, dapat terlaksana kembali. Kegiatan ini sudah berlangsung beberapa kali dan menjadi momentum mempererat silaturahmi di antara kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut PCNU memberikan kenang-kenangan berupa sarung dari NU Cless kepada para pengurus. Selain itu, PCNU Nganjuk kembali menerima zakat mal dari Yayasan Maratin yang didirikan oleh almarhum Kyai Hayat.
“Alhamdulillah kerja sama ini sudah berjalan bertahun-tahun. Tahun ini Yayasan Maratin memberikan bantuan beras sebanyak 5 ton kepada PCNU. Kami mengucapkan terima kasih dan berharap jalinan komunikasi ini terus terjaga serta usaha yayasan semakin berkembang untuk kepentingan umat,” tambahnya.
KH Hasyim Afandi juga menyampaikan berbagai program yang tengah dijalankan PCNU Nganjuk, di antaranya program KBIH NU, pengembangan usaha warga NU, serta rencana pembangunan rumah sakit NU yang saat ini masih dalam proses perizinan. Ia juga mengajak warga Nahdliyin untuk mendukung produk-produk NU.
“Kalau bukan kita yang menggunakan produk NU, lalu siapa lagi. Mari bersama-sama kita sengkuyung program-program kita,” tuturnya.
Sementara itu, Haji Maftuhin selaku perwakilan Yayasan Maratin menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk terus berkontribusi kepada masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.
“Kami ingin terus berkontribusi, tidak hanya kepada warga NU melalui PCNU, tetapi juga kepada masyarakat luas. Tahun ini kami menyalurkan sekitar 40 ton beras untuk masyarakat, serta sarung bagi takmir masjid dan mushola,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa yayasan tersebut aktif melakukan pembinaan kepada warga binaan di rumah tahanan dengan memberikan pendidikan berbasis pesantren agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan percaya diri dan membawa perubahan yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Nganjuk, Marhen Djumadi, menyampaikan apresiasi atas peran NU dalam membangun masyarakat dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan PCNU.
“Atas nama pribadi, saya mohon maaf lahir dan batin. Alhamdulillah hari ini bisa hadir dalam sahur bersama ini. Pemerintah daerah tentu siap bersinergi dengan PCNU dalam berbagai program untuk masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah, seperti kolaborasi dengan Lazisnu dalam kegiatan sosial, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta rencana program Sekolah Rakyat untuk anak-anak kurang mampu.
“Kami ingin tidak ada warga Nganjuk yang rumahnya tidak layak, tidak bisa berpendidikan, atau tidak bisa makan. Karena itu kami mohon dukungan dari semua pihak, termasuk NU,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH Ali Musthofa Said. Dalam ceramahnya ia menekankan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
“Ramadhan adalah media perbaikan diri untuk kembali kepada fitrah manusia. Kita bukan sekadar orang Islam, tetapi juga pejuang NU yang harus terus berkhidmah untuk umat,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa makna takwa bagi para pengurus NU sangat luas, mulai dari kepedulian terhadap anak yatim, peningkatan kualitas pendidikan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Ketaqwaan pejuang adalah perjuangan. Semoga setelah Ramadhan, khidmah kita di Nahdlatul Ulama semakin meningkat,” pungkasnya.
Kegiatan sahur bersama tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan makan sahur bersama seluruh peserta yang hadir.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






