Konferensi PAC PERGUNU Patianrowo Jadi Momentum Kebangkitan Guru Nahdliyin
Pengurus Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Patianrowo sukses menggelar Konferensi PAC PERGUNU Patianrowo pada Kamis, 14 Mei 2026 bertempat di Aula Pesantren Rahmatan Lil Alamin, Gebangsiwil, Patianrowo. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari guru anggota PERGUNU serta pengurus ranting se-Kecamatan Patianrowo.
Konferensi ini diselenggarakan sebagai forum evaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya, merumuskan program kerja ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru masa khidmat 2026–2031. Secara umum pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Dari seluruh ranting yang diundang, hanya satu ranting yang berhalangan hadir.
Acara ini dihadiri dan diisi oleh beberapa tokoh penting dari unsur PERGUNU dan Nahdlatul Ulama. Dari PW PERGUNU Jawa Timur hadir Bapak Aziz Budiono, S.Pd.I., M.Si., M.Pd. yang bertindak sebagai pembimbing jalannya konferensi. Selain itu, hadir pula perwakilan MWCNU Patianrowo, Bapak M. Wildan Fatawi, S.E., yang memberikan sambutan sekaligus dorongan agar PERGUNU semakin aktif dalam berbagai kegiatan dan mampu menjalin kolaborasi dengan badan otonom NU lainnya.
Sementara itu, dari PC PERGUNU Nganjuk hadir Bapak Mahmud, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan PAC Patianrowo. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi dan penghargaan kepada PAC PERGUNU Patianrowo sebagai PAC pertama yang melaksanakan konferensi di wilayah tersebut.
Pengasuh Pesantren Rahmatan Lil Alamin, Dr. Gus Ridwan Baidlowi, S.Kom., M.A. IBA., juga memberikan wejangan dan motivasi kepada seluruh peserta konferensi. Beliau menekankan pentingnya kemajuan dalam bidang keilmuan, baik ilmu keagamaan maupun ilmu umum lainnya. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Dalam pesannya, Gus Ridwan juga menyoroti fenomena media sosial yang akhir-akhir ini banyak digunakan untuk mencari dan menyebarkan sisi negatif pondok pesantren. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh warga NU, khususnya para guru, untuk aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan kegiatan positif, dakwah, serta berbagai kebaikan yang ada di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan NU.
“Media sosial harus dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya untuk menyebarkan kebaikan dan menunjukkan bahwa pesantren serta warga NU juga memiliki banyak kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Melalui konferensi ini diharapkan kepengurusan baru PAC PERGUNU Patianrowo masa khidmat 2026–2031 mampu membawa perubahan yang lebih baik, khususnya dalam peningkatan kualitas guru madin dan guru di bawah naungan lembaga NU, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan secara umum di semua jenjang pendidikan.
Dalam sidang pleno Konferensi PAC PERGUNU Patianrowo, peserta secara mufakat memilih dan menetapkan FITRIYA LAILATUL M.S.Pd.I., S.Pd. sebagai Ketua PAC PERGUNU Patianrowo masa khidmat 2026–2031. Terpilihnya beliau diharapkan mampu membawa semangat baru bagi organisasi, khususnya dalam meningkatkan kualitas, profesionalitas, dan kompetensi guru-guru NU di wilayah Patianrowo.
Dengan kepemimpinan baru ini, PAC PERGUNU Patianrowo diharapkan semakin aktif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di era digital. Selain memperkuat peran guru madin dan guru di bawah naungan lembaga NU, kepengurusan baru juga diharapkan mampu membangun sinergi yang baik dengan berbagai lembaga dan badan otonom NU lainnya.
Kontributor : FITRIYA LAILATUL
Editor : Dina Tia Fatikasari






