Halal Bihalal PCNU Nganjuk di Pace, Perkuat Konsolidasi Perjuangan Nahdlatul Ulama
Kegiatan Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan pada Sabtu 11 April 2026 di Masjid Baitul Muttaqin Perumnas Pace, Desa Pace Kulon, Kecamatan Pace, pada suasana Syawal yang penuh berkah.
Sebelum acara resmi dimulai, jamaah disambut dengan persembahan hadroh dari Majelis Sholawat LESBUMI MWCNU Pace yang menambah suasana religius dan menyejukkan hati. Lantunan sholawat menggema di dalam masjid, menjadi pembuka yang menenangkan sekaligus mempererat rasa persaudaraan antar warga Nahdliyyin.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Nur Zainuri, yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh hadirin.
Selanjutnya, sambutan Ketua Panitia disampaikan oleh KH. Mohammad Azam, selaku Ketua MWCNU Pace sekaligus ketua panitia pelaksana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan jamaah yang hadir dalam acara Halal Bihalal PCNU Nganjuk tersebut.
“Alhamdulillah, kami selaku panitia pelaksana dan juga MWCNU Pace mengucapkan terima kasih atas kedatangan semuanya. Semoga kegiatan Halal Bihalal ini membawa keberkahan untuk kita semua,” tutur beliau.
KH. Mohammad Azam juga menyampaikan bahwa kepengurusan MWCNU Pace telah memasuki tahun kedua, serta menyampaikan program yang sedang dibuka oleh MWCNU Pace yakni layanan umroh bagi warga NU dan masyarakat luas.
“MWCNU Pace membuka program umroh, monggo bagi yang berminat bisa bergabung. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan maupun pelayanan,” tambahnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa setelah rangkaian sambutan dari para kiai dan perwakilan Forkopimda serta Forkopimcam, kegiatan akan ditutup dengan ramah tamah sebagai bentuk penguatan silaturrahim.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran PCNU Nganjuk yang disampaikan oleh KH. Ali Musthofa Said, selaku Rois Syuriah PCNU Nganjuk. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal PCNU bukan sekadar tradisi tahunan, namun merupakan bagian penting dari konsolidasi perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Halal bihalal PCNU merupakan konsolidasi perjuangan. Nahdlatul Ulama adalah wadah jamaah para kiai dan masyayikh dalam mempertahankan serta mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” dawuh beliau.
KH. Ali Musthofa Said juga menekankan bahwa kekuatan utama NU terletak pada pengurus di tingkat bawah, terutama ranting-ranting, yang telah dibaiat dan disumpah dalam pelantikan untuk menjalankan amanah perjuangan.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga keberadaan dan keberlangsungan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Kita disumpah dan dibaiat untuk berjuang. Tantangan terbesar bukan hanya ibadah, tapi melawan nafsu. Dan ibadah yang penting adalah berjuang memperjuangkan agama Islam,” tegasnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa bagi pengurus NU, momentum Syawal merupakan kesempatan untuk meningkatkan semangat khidmah dan memperkuat jam’iyah.
“Hidup adalah berjuang, hidup adalah khidmah pada ulama. Syawalan bagi pengurus NU adalah peningkatan dalam jam’iyah. Mari kita tata niat khidmah di NU karena Allah SWT. InsyaAllah kita mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dalam momentum Halal Bihalal, agar tidak ada ganjalan dan kesalahpahaman sekecil apa pun di antara sesama warga NU.
Selanjutnya sambutan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk disampaikan oleh Eko Sutrisno, perwakilan dari Kesbangpol, mewakili Bupati Nganjuk. Dalam sambutannya beliau menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pemerintah daerah kepada seluruh masyarakat Nganjuk.
Beliau juga mengingatkan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih dalam situasi dunia yang sedang ramai dengan konflik dan perang di luar negeri.
“Kita masyarakat Nganjuk tidak usah bingung dengan gegernya perang di luar sana. Jangan mudah terkena hoaks. Ketika ada berita, monggo difilter dan disaring dulu sebelum dishare. Dengan kondisi seperti ini kita harus hati-hati dan melek informasi,” pesannya.
Rangkaian acara Halal Bihalal kemudian ditutup dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. M. Najib Muhammad Al-Imam, yang memberikan tausiyah penuh hikmah dan motivasi spiritual kepada seluruh jamaah agar semakin kuat dalam menjaga ukhuwah, memperkokoh jam’iyah, serta istiqomah dalam berkhidmah untuk NU dan umat.
Acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kehangatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturrahim, memperkuat konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen perjuangan warga Nahdliyyin dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






