PR IPNU-IPPNU Betet Ngronggot Gelar The Art of MC & Dirijen Practice, Cetak Kader Percaya Diri dan Berkarakter
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya kader, Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Betet menggelar kegiatan “The Art of MC & Dirijen Practice” pada Ahad, 14 Juni 2026 bertempat di MI Islamiyah Betet. Mengusung tema “Menciptakan Kader IPNU IPPNU yang Tampil Percaya Diri dan Berkarakter”, kegiatan ini menjadi wadah pengembangan potensi kader dalam bidang public speaking dan seni memimpin lagu.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam membekali kader dengan keterampilan yang dibutuhkan di era saat ini. Tidak hanya berfokus pada kemampuan menjadi pembawa acara dan dirijen, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan komunikasi, melatih jiwa kepemimpinan, serta membentuk karakter kader yang aktif dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota dan kader IPNU-IPPNU tingkat ranting maupun komisariat di wilayah Kecamatan Ngronggot dan sekitarnya. Sebanyak kurang lebih 30 peserta hadir dengan antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan panitia.
Acara diawali dengan Opening Ceremony, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan dan mars organisasi, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan serta doa bersama. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan begitu terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kader muda Nahdlatul Ulama untuk terus belajar dan berkembang.
Dalam sambutannya, Ketua PAC IPNU Ngronggot, Rekan Muna, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Betet yang telah menginisiasi program pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas kader agar mampu tampil di berbagai forum organisasi maupun masyarakat.
“Saya mengapresiasi Ranting Betet yang telah menghadirkan program kerja yang sangat bermanfaat ini. Terima kasih juga kepada seluruh rekan dan rekanita yang telah mendaftar dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber yang luar biasa. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di lingkungan ranting, komisariat, maupun di tengah masyarakat,” ungkap Rekan Muna.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi Dirijen disampaikan oleh Ibu Heny Pantjawati, S.Pd., yang menjelaskan teknik dasar menjadi dirijen, cara memimpin lagu dengan baik, membaca ketukan, hingga membangun ekspresi dan gestur yang tepat saat memimpin sebuah paduan suara atau lagu organisasi.
Sementara itu, materi Master of Ceremony (MC) disampaikan oleh Rekanita Dina Tia Fatikasari. Dalam penyampaiannya, peserta dibekali berbagai teknik dasar public speaking, penyusunan susunan acara, etika menjadi pembawa acara, pengelolaan intonasi suara, bahasa tubuh, hingga tips membangun kepercayaan diri saat tampil di depan publik.
Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah adanya sesi praktik langsung. Setelah menerima materi, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba menjadi MC dan dirijen secara bergantian. Dengan pendampingan narasumber, peserta dapat langsung mengevaluasi dan memperbaiki teknik yang digunakan. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, penuh semangat, dan sesekali diwarnai gelak tawa yang membuat proses belajar semakin menyenangkan.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga praktik lapangan.
Melalui kegiatan The Art of MC & Dirijen Practice, diharapkan lahir kader-kader IPNU dan IPPNU yang tidak hanya memiliki kemampuan berbicara di depan umum dan memimpin lagu dengan baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, percaya diri, komunikatif, serta siap menjadi garda terdepan dalam menghidupkan organisasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Kader hebat bukan hanya yang berani tampil, tetapi mereka yang mampu menginspirasi melalui setiap kata dan tindakan.”
Kontributor : Billy Kusuma Wardana
Editor : Dina Tia Fatikasari






