September 11, 2026

Makesta Raya PAC IPNU–IPPNU Sukomoro, Gerbang Awal Kaderisasi Pelajar NU

MAKESTA PAC SUKOMORO

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukomoro sukses menggelar kegiatan Makesta Raya pada Sabtu–Minggu, 27–28 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Tahfidz Sabillu Daaril Muttaqien, Dusun Kajang, Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, dengan mengusung tema “Menghidupkan Tradisi, Menguatkan Generasi.”

Makesta Raya merupakan kegiatan awal kaderisasi IPNU–IPPNU yang bertujuan untuk mengenalkan organisasi kepada anggota baru sekaligus membentuk kader pelajar NU yang siap belajar, berproses, dan berkhidmah dalam jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi para pelajar untuk memahami nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah serta arah gerak organisasi IPNU–IPPNU.

Kegiatan diikuti oleh 27 peserta, terdiri dari 14 kader IPPNU dan 13 kader IPNU. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme peserta. Pembukaan Makesta Raya turut dihadiri oleh perwakilan Pengurus Cabang (PC) IPNU–IPPNU Kabupaten Nganjuk, sebagai bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Ketua PAC IPNU Sukomoro, Hafizh Wahyu Akmal, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa Makesta merupakan pintu awal memasuki organisasi IPNU–IPPNU.
“Selamat datang kepada seluruh peserta Makesta Raya. Ini adalah gerbang baru untuk masuk dan berproses di organisasi IPNU–IPPNU. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai langkah awal untuk berkhidmah,” ungkapnya.

Sementara itu, Qoyim, perwakilan PC IPNU–IPPNU Kabupaten Nganjuk, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader IPNU–IPPNU di era digitalisasi. Menurutnya, kader pelajar NU memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal nilai-nilai NU dan Aswaja di ruang digital.
“Di era digital ini, mau tidak mau kita harus mampu mengawal NU dan Aswaja di dunia digital. Tanggung jawab ini bukan hanya milik ketua, tetapi menjadi tugas seluruh anggota. IPNU–IPPNU tidak akan memberi apa-apa jika kita hanya berdiam diri. Pasca kaderisasi, tugas rekan-rekan adalah bagaimana PAC IPNU–IPPNU Sukomoro bisa kembali menghidupkan sayapnya. Bukan seberapa tinggi jabatanmu, tetapi seberapa besar kontribusimu,” tegasnya.

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pesantren Sabillu Daaril Muttaqien yang diwakili oleh Yarjito, selaku pengurus NU setempat. Ia berpesan agar kader IPNU–IPPNU senantiasa menjaga jati diri sebagai warga NU yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keilmuan.
“Orang NU tidak ngisin-ngisini di mana pun berada. NU selalu menjunjung toleransi di tengah masyarakat. Niatkan mengikuti Makesta ini untuk mencari ilmu dan beribadah dalam memperjuangkan Nahdlatul Ulama. InsyaAllah, niat baik akan menjadi khazanah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah,” tuturnya.

Melalui Makesta Raya ini, PAC IPNU–IPPNU Sukomoro berharap dapat melahirkan kader-kader pelajar NU yang berkarakter, bertradisi, serta siap menguatkan peran organisasi di tengah tantangan zaman, khususnya di era digital saat ini.

Pewarta : Dina Tia Fatikasari