PCNU Nganjuk dan LD PWNU Jatim Kolaborasi Program Dai Bina Desa Aswaja di Ngluyu
PCNU Kabupaten Nganjuk berkolaborasi dengan Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur meluncurkan Program Dai Bina Desa Aswaja An-Nahdliyah pada Selasa (17/2). Program ini menyasar wilayah perdesaan di Kecamatan Ngluyu dan akan berlangsung selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini turut didukung oleh Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur serta sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren, di antaranya Pesantren Tebuireng, Pesantren Lirboyo, Pesantren An-Nur Malang, Pesantren Al-Azhar Tulungagung, serta Universitas Islam Malang.
Koordinator program, KH Imam Mawardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan. Ia berharap program ini menjadi bagian penting dalam pengembangan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin—sejuk, santun, dan damai.
Ketua PCNU Kabupaten Nganjuk, KH Hasyim Affandi, menegaskan pentingnya pendekatan dakwah yang intensif di wilayah Ngluyu yang tergolong daerah terpencil. Menurutnya, program ini berfokus pada penanaman nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah sekaligus peningkatan kualitas amaliah ibadah masyarakat.
Sementara itu, Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH Syukron Djazilan, menekankan bahwa dakwah membutuhkan kolaborasi dan keteladanan sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
“Pada masa Nabi, dakwah dilakukan dengan penuh rahmah—tidak memukul, tetapi merangkul dengan kesabaran. Insya Allah, orang yang berdakwah akan mendapatkan pertolongan dari Allah,” ujarnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Ketua MWCNU Ngluyu, Kiai Roji, menyebut kondisi sosial masyarakat Ngluyu cukup beragam, bahkan terdapat desa yang masih sulit dijangkau sinyal komunikasi.
“Dibutuhkan mental yang kuat untuk berdakwah di wilayah seperti Ngluyu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Camat Ngluyu, Sanusi. Ia memperkenalkan sejumlah kearifan lokal masyarakat setempat, salah satunya larangan penggunaan motif batik parang di wilayah tersebut, baik pada sarung, pakaian, maupun bungkusan.
Menurutnya, Ngluyu merupakan wilayah paling utara Kabupaten Nganjuk yang masih memegang teguh tradisi dan nilai budaya lokal.
Dengan kolaborasi lintas lembaga serta semangat dakwah yang kuat, program ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman moderat, mempererat ukhuwah, serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan religius selama bulan Ramadan.
Kontributor: Jumari — Pengurus LDNU Jawa Timur
Editor : Dina Tia Fatikasari






