PC Fatayat NU Nganjuk Peringati Nuzulul Qur’an, Santuni 80 Yatim
Suasana khidmat dan hangat terasa saat PC Fatayat NU Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an, Santunan Yatim, dan Mekar Doa Bersama untuk Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj. Margareth Aliyatul Maimunah, S.S., M.Si, pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Aula Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk. Acara ini mengangkat tema “Harmoni Ramadan, Selaras Hablum Minallah wa Hablum Minannas”, menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah dan sesama.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk menjemput berkah Ramadan melalui pendekatan Al-Qur’an, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan Mekar (Mustahiq Ekonomi Kreatif). Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi ruang doa bersama untuk mengenang almarhumah Ketua Umum PP Fatayat NU, sebagai wujud penghormatan dan cinta para kader Fatayat.
Sebanyak 80 peserta, terdiri dari anak yatim dan Mekar dari berbagai wilayah Kabupaten Nganjuk, hadir dan merasakan hangatnya kebersamaan. Acara diawali dengan khataman Al-Qur’an secara offline, dilanjutkan tahlil dan doa bersama untuk almarhumah Ketua Umum PP Fatayat NU. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan Mekar, yang disalurkan melalui PAC, PR, serta anggota Fatayat NU se-Kabupaten Nganjuk.
Hadir pula Ketua Tanfidziyah PCNU Nganjuk, KH. Drs. Moh. Hasyim Afandi, M.Ag, yang memberikan pesan penting tentang pembinaan generasi muda. Beliau menekankan perlunya anak-anak dibina akhlaknya sejak dini, diajarkan tanggung jawab, serta dibekali kemampuan teknologi informasi (IT) yang bermanfaat untuk masa depan dengan pengawasan yang baik.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Nganjuk, Kotimatul Munawaroh, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat akan pesan almarhumah Ketua Umum PP Fatayat NU:
“Sesuai pesan almarhumah sahabat ketum, niat kita ber-Fatayat hanya satu, yaitu berkhidmad.”
Melalui kegiatan ini, Fatayat NU Nganjuk berharap dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak yatim dan Mekar. Kehadiran Fatayat di tengah masyarakat diharapkan menjadi jembatan kepedulian, memperkuat semangat berbagi, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadan.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






