Istighosah dan Ngaji Al-Hikam, PCNU Nganjuk Perkuat Spirit Ke-NU-an di Awal Tahun
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Istighosah dan Ngaji Kitab Al-Hikam bersama Rais Syuriah PCNU Nganjuk, KH. Ali Musthofa Said, pada Jumat, 2 Januari 2026, bertempat di Aula Lantai 2 Kantor PCNU Nganjuk.
Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar PCNU Nganjuk, meliputi jajaran lembaga, badan otonom (Banom), MWCNU, serta Ranting NU se-Kabupaten Nganjuk. Turut hadir jajaran Syuriah PCNU Nganjuk, di antaranya KH. Ali Musthofa Said, KH. Roni Saroni, KH. Katsir Musthofa, serta jajaran Tanfidziyah PCNU Nganjuk yang dipimpin oleh Drs. KH. M. Hasyim Afandi, M.Ag beserta pengurus.
Acara diawali dengan pembukaan oleh KH. Subhan, kemudian dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh KH. Katsir Musthofa. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa ketika para jamaah bersama-sama memanjatkan doa, memohon keberkahan dan kebaikan untuk NU dan umat, khususnya di awal tahun 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Nganjuk Drs. KH. M. Hasyim Afandi, M.Ag menyampaikan harapan agar tahun 2026 membawa manfaat yang sebesar-besarnya, penuh keberkahan, serta menuntun seluruh pengurus dan warga NU menuju kehidupan yang lebih baik hingga akhir hayat dengan khusnul khotimah.
Beliau juga menyampaikan sejumlah agenda besar Nahdlatul Ulama dalam rangka Harlah NU 1 Abad Masehi, yang telah direncanakan oleh PWNU Jawa Timur. Kick off kegiatan akan dimulai di Malang pada 7 Januari sejak pagi hari. PCNU Nganjuk telah mendaftarkan diri bersama pengurus, lembaga, Banom, dan MWCNU dengan rencana keberangkatan sekitar 20–22 orang menggunakan satu armada elf.
Selain itu, pada 17 Januari, jajaran PWNU Jawa Timur dijadwalkan berkunjung ke PCNU Nganjuk. Sekitar lima orang dari PWNU akan melaksanakan ziarah muassis NU, dimulai dari Kertosono (makam KH. Dahlan) dan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Mojosari di makam Mbah Zainuddin. PCNU Nganjuk mengajak setiap MWCNU mengirimkan minimal lima orang untuk mengikuti ziarah tersebut, dengan undangan resmi yang akan disiapkan oleh sekretaris PCNU.
Puncak rangkaian Harlah NU akan digelar di Stadion Gajayana Malang, dengan kuota 1.000 jamaah dari Nganjuk atau sekitar 20 bus. Ketua PCNU Nganjuk mengajak MWCNU untuk mengatur partisipasi secara kolektif, idealnya satu MWCNU satu bus, agar kebersamaan dan kekompakan dapat terjaga.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi PWNU Jawa Timur terhadap berbagai capaian PCNU Nganjuk, seperti penerbitan buku sejarah dan pembuatan film dokumenter NU, yang dinilai sebagai langkah progresif dalam khidmah jam’iyyah. Ketua PCNU mendorong agar hasil konsolidasi segera direalisasikan, serta meminta MWCNU terus memperkuat koordinasi di wilayah masing-masing.
Tak kalah penting, beliau menegaskan agar LAZISNU terus diperkuat. Tahun 2026 diharapkan menjadi tahun peningkatan, baik dari sisi pengelolaan maupun perolehan, dengan menghidupkan kembali program yang belum berjalan dan meningkatkan yang sudah berjalan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Pengajian Kitab Al-Hikam yang disampaikan oleh KH. Ali Musthofa Said. Dalam mauidzahnya, beliau menjelaskan bahwa rezeki bisa datang melalui jalan usaha dan kerja, namun ada pula rezeki yang Allah berikan tanpa perantara usaha. Meski demikian, manusia tetap diwajibkan untuk menjalani ikhtiar sebagai bagian dari takdir yang telah Allah tetapkan.
Kegiatan Istighosah dan Ngaji Kitab Al-Hikam ini menjadi momentum spiritual sekaligus konsolidasi organisasi, memperkuat semangat khidmah dan istiqamah warga Nahdlatul Ulama Nganjuk dalam menjalani tahun 2026 sesuai dengan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






