Pelantikan Pengurus MWC NU Patianrowo 2026–2031 Meneguhkan Komitmen Merawat Tradisi dan Menguatkan Jam’iyyah
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Patianrowo menggelar kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan Pengurus MWC NU Masa Khidmat 2026–2031 pada Rabu, 8 April 2026, bertempat di Masjid Ainul Huda, Kantor MWC NU Patianrowo, Balongkyai Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo.
Kegiatan yang mengusung tema “Mempererat Tali Silaturrahim, Merawat Tradisi, Memperkokoh Organisasi, dan Membangun Kemandirian Jam’iyyah” ini berlangsung dengan penuh khidmah sejak pukul 19.30 WIB hingga 23.30 WIB, serta dihadiri kurang lebih 250 peserta dari berbagai unsur jam’iyyah.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Patianrowo, di antaranya Camat, Kapolsek, Danramil, serta Kepala KUA atau perwakilannya. Turut hadir pula Pengurus MWC NU Patianrowo Masa Khidmat 2026–2031, Pengurus 16 Lembaga MWC NU yang telah terbentuk, serta perwakilan dari 30 ranting NU se-Kecamatan Patianrowo yang masing-masing mengirimkan minimal lima pengurus inti (Rais, Katib, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara). Kegiatan juga diikuti oleh pengurus Banom NU se-Patianrowo.
Prosesi pelantikan dipandu langsung oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk, Dr. M. Ali Anwar. Pelantikan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan sebagai penanda dimulainya amanah baru para pengurus dalam melanjutkan perjuangan jam’iyyah NU di tingkat kecamatan.
Setelah pelantikan, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Nganjuk, KH. Ali Mustofa Said, memberikan tausiyah dan amanat organisasi. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya para pengurus yang telah dilantik untuk segera menggerakkan roda organisasi sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.
Beliau mengingatkan agar para pengurus menjadi sosok yang benar-benar amanah, bukan hanya sekadar tercatat sebagai pengurus. “Jadilah manusia yang bermanfaat, khoirun naas anfa’uhum lin naas,” dawuh beliau. Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang ikhlas mengabdi di NU, maka keberkahan akan mengalir dalam hidupnya, keluarganya, hingga anak cucunya.
Dalam tausiyahnya, KH. Ali Mustofa Said juga menegaskan bahwa berjuang di NU memiliki derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT, karena menjadi pengurus NU bukanlah perkara biasa, melainkan bagian dari estafet perjuangan para ulama. NU, menurut beliau, adalah dakwah berjamaah yang penuh nilai perjuangan, ilmu, ibadah, serta keteladanan para ulama dan wali.
“Benteng Aswaja itu tergantung pada pondok dan NU. Kita diwajibkan berjuang meskipun berat. Tugas kita hanya dua: tegaknya Aswaja dan tegaknya NKRI,” tegas beliau dalam amanatnya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mustasyar MWC NU Patianrowo, KH. Nurahmad Badri, S.Ag., M.Pd.I. Suasana semakin hangat dengan dilanjutkan kegiatan musofahah antar hadirin sebagai wujud saling memaafkan dalam momentum Syawal.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti tradisi makan bersama dengan sistem lengseran, yang menjadi ciri khas kebersamaan warga Nahdliyin. Tradisi tersebut semakin mempererat ukhuwah dan kekompakan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Pelantikan ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi MWC NU Patianrowo untuk semakin kokoh dalam merawat tradisi, memperkuat organisasi, serta membangun kemandirian jam’iyyah demi kemaslahatan umat dan kejayaan Nahdlatul Ulama.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






