PC Muslimat NU Nganjuk Jadi Inspirasi, Lampung Tengah Gali Inovasi Program Pemberdayaan
Semangat memperkuat gerakan perempuan Nahdlatul Ulama (NU) melalui berbagi pengalaman dan inovasi diwujudkan dalam kunjungan silaturahmi dan studi tiru PC Muslimat NU Lampung Tengah ke PC Muslimat NU Nganjuk. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta praktik baik dalam mengembangkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berpusat di Kantor baru PC Muslimat NU Nganjuk, (26/08/2026).
Kunjungan PC Muslimat NU Lampung Tengah disambut hangat oleh jajaran PC Muslimat NU Nganjuk. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, serta jajaran pengurus dan kader Muslimat NU Nganjuk.
Ketua PC Muslimat NU Nganjuk, Ibu Nyai Siti Muthiah Huda, menyampaikan bahwa kekuatan Muslimat NU Nganjuk salah satunya terletak pada semangat kolaborasi dengan berbagai badan otonom (banom) NU. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya melibatkan Muslimat NU, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi Fatayat NU, IPPNU, Banser, dan unsur lainnya.
“Kegiatan kami rutin dilaksanakan setiap selapan sekali, melalui pengajian rutin Ahad Wage. Dalam kegiatan tersebut, beberapa banom NU juga ikut bergabung dan bersama-sama menjalankan kegiatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi lintas banom menjadi salah satu kekuatan dalam menghidupkan kegiatan organisasi sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat. Berbagai produk dan hasil kegiatan kader juga terus didorong agar dapat diperkenalkan dan dikembangkan secara lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nyai Siti Muthiah Huda juga menyampaikan sejumlah agenda yang tengah dipersiapkan PC Muslimat NU Nganjuk. Salah satunya adalah rencana peresmian gedung Muslimat NU yang diharapkan dapat dihadiri oleh Ibu Gubernur Jawa Timur dan Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur.
“Langkah-langkah ke depan tentu membutuhkan doa dan dukungan. Kami memohon doa restu agar seluruh agenda yang direncanakan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat,” tuturnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah inovasi PC Muslimat NU Nganjuk dalam bidang lingkungan melalui program Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem) . Program tersebut mendorong kader untuk tidak memandang sampah hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui pelatihan pengolahan produk dari sampah, lahir berbagai produk unggulan yang memiliki nilai kreativitas dan ekonomi. Bahkan, sampah plastik berhasil diolah menjadi berbagai produk fashion yang kemudian ditampilkan dalam kegiatan fashion show maupun karnaval.
Program tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana gerakan perempuan NU dapat dikembangkan tidak hanya melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat, kepedulian lingkungan, kreativitas, dan penguatan ekonomi.
Perwakilan PC Muslimat NU Lampung Tengah, Ibu Nyai Nur Hayati, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh PC Muslimat NU Nganjuk.
Ia mengungkapkan bahwa kedatangan rombongan dari Lampung Tengah bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa misi belajar melalui studi tiru terhadap berbagai program yang telah dikembangkan Muslimat NU Nganjuk.
“Kami datang dari Lampung Tengah karena ingin mencari ilmu. Nantinya, apa yang kami dapatkan di Nganjuk akan kami pelajari dan kami upayakan untuk dikembangkan di daerah kami, salah satunya program Mustika Darling,” jelasnya.
Menurutnya, kemajuan sebuah organisasi membutuhkan keberanian untuk memberikan ruang kepada kader agar dapat berkreasi dan tampil. Ia menilai Muslimat NU Nganjuk memiliki banyak inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi Muslimat NU Lampung Tengah.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki dalam penataan program di Lampung Tengah. Karena itu, kunjungan ke Nganjuk menjadi kesempatan penting untuk belajar secara langsung dari pengalaman organisasi lain.
“Kami merasa tidak salah datang jauh-jauh dari Lampung Tengah untuk sowan dan bersilaturahmi. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Kami datang mungkin tidak membawa apa-apa, tetapi kami berharap pulang membawa berkah dan ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan PC Muslimat NU Lampung Tengah ke Kabupaten Nganjuk. Ia menilai pertemuan antardaerah seperti ini menjadi kesempatan baik untuk memperkuat jejaring sekaligus berbagi inovasi.
Bupati juga memberikan apresiasi terhadap kiprah Muslimat NU Nganjuk yang dinilai tidak hanya aktif dalam forum internal organisasi, tetapi juga turun langsung ke lapangan dan menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, program organisasi harus mampu bergerak dari sekadar rapat dan perencanaan menuju kegiatan nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Salah satu yang mendapat perhatian adalah program Mustika Mesem serta berbagai gerakan pemberdayaan yang dilakukan Muslimat NU.
“Banyak data menunjukkan bahwa Muslimat NU turun langsung ke lapangan. Programnya memberikan dampak, bukan hanya sekadar rapat-rapat,” ungkap Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk memiliki perhatian besar terhadap upaya pemberantasan kemiskinan ekstrem. Kehadiran organisasi masyarakat seperti Muslimat NU dinilai dapat menjadi kekuatan penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dalam persoalan lingkungan, Bupati menilai sampah masih menjadi persoalan yang dihadapi hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Karena itu, inovasi Muslimat NU dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi dinilai sangat membantu.
“Kalau sampah bisa diolah menjadi uang, tentu ini sangat membantu masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan PC Muslimat NU Lampung Tengah ke Nganjuk akhirnya tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi antarkader perempuan NU lintas daerah.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada banyaknya program, tetapi juga pada kemampuan membangun kolaborasi, menciptakan inovasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program pengolahan sampah, pemberdayaan ekonomi, kegiatan keagamaan, hingga kolaborasi bersama berbagai banom NU menjadi bukti bahwa gerakan perempuan NU dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.
Dari Nganjuk, semangat itu diharapkan dapat terus menyebar ke berbagai daerah. Silaturahmi mempererat persaudaraan, studi tiru membuka wawasan, dan kolaborasi melahirkan gerakan yang semakin besar untuk kemaslahatan umat dan masyarakat.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






