Ansor Banser Nganjuk Gelar Pelatihan Reposisi Tulang, Perkuat Kesiapsiagaan Basada Sambut Muktamar NU 2026
Komitmen Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Nganjuk dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan kembali diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Reposisi Tulang pada Ahad, (12/07/2026) yang diselenggarakan oleh Banser Husada (Basada) PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk di TPQ Al Hidayah, Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas kader Banser Husada agar memiliki keterampilan dasar dalam penanganan reposisi tulang dan pertolongan pertama pada kondisi kedaruratan. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan personel Ansor Banser Nganjuk menghadapi Muktamar Nahdlatul Ulama 2026 yang akan digelar di Tambakberas, Jombang.
Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Banser Husada Kabupaten Nganjuk, anggota Ansor dan Banser dari dalam maupun luar Kabupaten Nganjuk, hingga para terapis profesional dari unsur non-Ansor dan non-Banser. Keberagaman peserta tersebut menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi dalam bidang kemanusiaan mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta mengikuti setiap sesi materi dan praktik dengan serius, mulai dari teknik dasar reposisi tulang hingga penanganan awal terhadap korban cedera. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di tengah masyarakat.
Ketua Banser Husada Kabupaten Nganjuk, Sahabat Darwanto, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program upgrading kompetensi anggota Basada. Menurutnya, peningkatan kemampuan teknis menjadi kebutuhan penting agar setiap personel mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional, cepat, dan tepat.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk, Sahabat Hamid Muzakki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pelatihan keterampilan.
“Pelatihan ini selain untuk meningkatkan keilmuan dan kemampuan sahabat-sahabat Banser, juga sebagai bentuk kesiapan apabila Ansor dan Banser Nganjuk mendapat amanah menjadi bagian dari tim kesehatan pada Muktamar NU 2026 di Tambakberas, Jombang. Kami siap membantu dan menyukseskan pelaksanaan muktamar sebagai wujud khidmah kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat,” tegasnya.
Kasat Korcab Banser Kabupaten Nganjuk, Warsito, turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh. Ia berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi mampu diterapkan secara nyata saat memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang diwakili oleh Bapak Eko selaku perwakilan Bupati Nganjuk. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada GP Ansor dan Banser atas inisiatif menyelenggarakan pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kemampuan reposisi tulang dan pertolongan pertama merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan, terutama dalam situasi darurat maupun kegiatan kemasyarakatan berskala besar. Ia berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, PC GP Ansor Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus membangun kader-kader Banser yang tangguh, profesional, dan siap mengabdi. Semangat kemanusiaan yang dipadukan dengan peningkatan kompetensi menjadi bekal penting bagi Banser Husada dalam menjalankan tugas-tugas sosial, kebencanaan, maupun pelayanan kesehatan.
Dengan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, Ansor Banser Nganjuk optimistis dapat memberikan kontribusi terbaik dalam menyukseskan Muktamar Nahdlatul Ulama 2026 sekaligus semakin mengokohkan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, pengabdian kepada umat, serta khidmah kepada Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara.
Pewarta : Dina Tia Fatikasari






