Mei 24, 2026

Istighotsah dan Tasyakuran Harlah ke-40 Pagar Nusa PAC Rejoso, Teguhkan Istiqomah Menjadi Benteng Ulama NU

PAGAR NUSA REJOSO

Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pagar Nusa ke-40, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Rejoso menggelar kegiatan Istighotsah dan Tasyakuran yang bertempat di Markas Pagar Nusa PAC Rejoso pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung pukul 20.00 Wib hingga selesai mengusung tema “Selalu Jaya dan Istiqomah Menjadi Benteng Para Ulama NU.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan khidmah Pagar Nusa yang telah menginjak usia 40 tahun, sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah serta keutuhan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Acara ini diikuti oleh jajaran pengurus PAC Pagar Nusa Rejoso serta jajaran pengurus Pimpinan Ranting se-Kecamatan Rejoso. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars Pagar Nusa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua PAC Pagar Nusa Rejoso, istighotsah mahalul qiyam, serta ditutup dengan doa bersama.

Pada kesempatan tersebut, mauidhoh hasanah disampaikan oleh Kang Hariono, selaku Divisi Kerohanian PAC Pagar Nusa Rejoso. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh kader Pagar Nusa untuk terus menjaga keistiqomahan, memperkuat spiritualitas, serta menjadikan Pagar Nusa sebagai benteng akidah dan moral di tengah tantangan zaman.

Ketua PAC Pagar Nusa Rejoso, Khoirul Rudin, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting kepada seluruh kader. Ia menegaskan bahwa di usia Pagar Nusa yang ke-40 tahun ini, seluruh anggota diharapkan mampu bersikap lebih dewasa dalam menyikapi kondisi sosial yang saat ini tidak sedang baik-baik saja. Ia juga mengingatkan agar kader tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya.

“Di usia yang matang ini, mari kita bersikap dewasa, bijak, dan tidak mudah terhasut oleh berita-berita di media sosial yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Melalui kegiatan Istighotsah dan Tasyakuran ini, diharapkan Pagar Nusa semakin jaya dan istiqomah dalam berkhidmah, serta terus menjadi benteng ulama NU dan bangsa Indonesia, baik dalam menjaga nilai keislaman, keindonesiaan, maupun persatuan umat.

Pewarta : Dina Tia Fatikasari